Baik manusia maupun AI tidak ada yang sempurna. Manusia punya keterbatasan fisik, pengalaman, dan pandangan; AI mempunyai keterbatasan dalam memahami psikologi, argumen, dan konteks manusia. Namun ketidaksempurnaan itu bukan berarti tidak berguna. Bahkan dalam keterbatasan, manusia bisa menemukan makna, belajar, dan berkembang; AI pun tetap bisa berguna sebagai rekan berpikir, alat refleksi, dan lawan bicara. Kesempurnaan bukan sifat mutlak, melainkan pandangan relatif terhadap konteks dan persepsi, sehingga ketidaksempurnaan pun bisa “terlihat sempurna” bila dimanfaatkan dengan tepat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar